Blog

  • 2002

    Dwi Warsa (dua puluh tahun) tepat nya 23 tahun telah berjalan Forum Perusahaan untuk Pengembangan Masyarakat (dikenal dengan Corporate Forum for Community Development, disingkat CFCD). Bermula dari Alumni training CD di PUSWIKA UI Depok 2002. Alumni berjumlah 15 orang dari beberapa perusahaan antara lain Thendri Supriatno (TS) dari PT Medco Energy menggagas sekelompok kecil alumni untuk tukar pikiran tentang kelanjutan setelah training. Umumnya semua alumni bersemangat membentuk kelompok komunikasi dalam rangka membicarakan berbagai hal tentang CD secara bebas. Tetapi disadari memerlukan tenaga dan pikiran agar dapat berkonsentrasi, sedangkan para alumni masih berstatus karyawan aktif diperusahaan masing-masing. Maka TS mengajak person independen antara lain Said Hisyam/SH (Dompet Dhuafa). Melalui relasi Said Hisyam, mengajak Eri Sudewo (Jurnalis dan Aktivis DD) serta Iskandar Sembiring (Aktiis LSM) untuk lebih dapat membumikan ide-ide CD perusahaan. DD memfasilitasi tempat di jalan Warung Buncit Raya sampai 3 bulan dengan usulan nama lembaga adalah Community Development Circle (CDC). Dalam musyawarah tim kecil, karena nama ini sudah digunakan oleh DD dalam salah satu programnya, maka Nana Mintarsih (pimpinan DD) mendorong menjadi nama CFCD yang akhirya disetujui dan dipakai sampai sekarang.

     

     

  • CSR Leaders Summit

    CSR Leaders Summit
    Jakarta, [10 Februari 2026] — CFCD (Corporate Forum for CSR Development) kembali menegaskan perannya sebagai Forum CSR Pertama di Indonesia dan Penggagas serta Advisor dan Fasilitator utama CSR di Indonesia menyelenggarakan CSR Leaders Summit for Productive and Competitive Villages 2026. Bertempat di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, acara yang diketua oleh Ir Erwina Yunarti ini berlangsung sepanjang hari dapat terlaksana sesuai harapan dan diikuti oleh 100 peserta lebih dan memfasilitasi pertemuan antara 5 Kementerian, SKK Migas BUMN, 24 Perusahaan perusahaan swasta, yayasan CSR, akademisi dan mahasiswa S2/S3 untuk membicarakan kerjasama kolaborasi di masa depan dalam inisiasi mewujudkan Asta Cita Presiden ke-6 desa produktif dan mandiri berkelanjutan.

    CSR Leaders Summit for Productive and Competitive Villages 2026 ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran tamu-tamu VIP dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Mereka hadir bukan sekadar sebagai undangan, tetapi sebagai penentu arah kebijakan yang akan menjadi landasan bagi program CSR di desa. Tema besar yang diusung adalah “Peran Multipihak Membangun Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri dalam Rangka Mendukung Suksesnya Asta Cita 6”.
    CFCD mengusung semangat kolaborasi lintas sektor di mana pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan masyarakat bersatu untuk mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045. Acara dibuka dengan penekanan pada Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

    Kementerian hadir membawa arah kebijakan nasional yang menjadi landasan program CSR. Kemendesa PDT menegaskan 12 aksi prioritas pembangunan desa, mulai dari revitalisasi BUMDes hingga digitalisasi desa. Kemenko Pangan mendorong pembentukan 80.000 koperasi desa sebagai pusat ekonomi baru. Kemenko PM menyoroti peran UMKM desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Kemendag memaparkan program Desa Bisa Ekspor untuk mendorong produk unggulan desa menembus pasar global. Sementara itu, Kementerian ESDM menekankan regulasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di lingkar tambang agar desa sekitar ikut maju. Kehadiran kementerian ini menunjukkan bahwa CSR tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan nasional.

     

    Setelah arah kebijakan dipaparkan, perusahaan berbagi praktik terbaik mereka. Telkomsel dengan program Baktiku Negeriku mengintegrasikan literasi digital, pertanian terpadu, dan pariwisata kreatif berbasis potensi lokal. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) melalui Desa Sejahtera Astra (DSA) telah membina lebih dari 1.200 desa dengan fokus pada UMKM dan ekspor produk desa. Indocement memperkenalkan inovasi Cipta Energi dari Sampah (CERDAS) yang mengubah limbah menjadi energi alternatif sekaligus membuka peluang kerja baru. Bukit Asam dengan Bara Agro Sirkuler membangun model ekonomi sirkular yang memberdayakan kelompok rentan melalui perkebunan, peternakan, dan perikanan. PLN Indonesia Power UBH menghadirkan Kolam Gizi dan Posyandu untuk mengatasi stunting melalui budidaya ikan dan edukasi gizi. Sementara itu, Energi Mega Persada (EMP) menekankan pentingnya sinkronisasi program CSR dengan pemerintah daerah, mencakup 189 desa di 28 kabupaten.

    Diskusi sepanjang hari berlangsung hangat, membahas tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses pasar, dan literasi digital. Namun, setiap tantangan dijawab dengan solusi kreatif. Kolaborasi menjadi kata kunci, CSR tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan investasi sosial jangka panjang. CFCD berperan sebagai fasilitator, memastikan praktik terbaik dapat direplikasi di desa lain dan mendorong kebijakan yang mendukung keberlanjutan.

    Menjelang penutupan, semua pihak sepakat bahwa desa adalah fondasi bangsa. Jika desa maju, Indonesia akan lebih cepat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Summit ini pun menjadi tonggak penting, menegaskan bahwa keberlanjutan hanya bisa dicapai dengan sinergi multipihak. CFCD melalui CSR Leaders Summit 2026 menunjukkan bahwa desa produktif dan kompetitif bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari ini.

    Tindak lanjut dari CSR LEADER SUMMIT 2026 ini akan diadakan pertemuan koordinasi intens lintas 5 Kemementerian, Perusahaan Peserta dan Stakeholder Terkait lainnya guna menyusun langkah strategis dan implementasi lebih lanjut dalam berkolaborasi Program PPM Kementerian dan CSR Perusahaan dalam membangun desa mandiri mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden dengan langkah Konkrit Nyata.

  • Kerjasama BP TASKIN dengan CFCD

    Corporate Forum for CSR Development (CFCD) berkolaborasi dalam mewujudkan komitmen Badan Percepatan Pengetasan Kemiskinan (BP TASKIN) dalam mendorong kolaborasi strategis lintas sektor melalui inisiatif Percepatan Pengetasan Kemiskinan.

    BP TASKIN melakukan pembahasan sinergi dan penguatan peran kemitraan dengan CFCD dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan melalui implementasi penggunaan PAS-PAU untuk menjawab kebutuhan mendesak akan strategi implementasi yang konkret untuk mencapai target 0% kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029.

    Acara dilakukan pada Kamis, 19 Februari 2026 di Ruang Rapat PB TASKIN, Gedung Grand Kebon Sirih – Jakarta Pusat. Dihadiri Kepala BP TASKIN Bapak Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum CFCD Bapak Ir. Thendri Supriatno, M.B.A., Sekjend CFCD Bapak Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S. Ketua Chapter CFCD Jakarta Bapak Hartanto Indra di, SE, Pembina Chapter CFCD Jakarta Bapak Hisyam Sulaiman, Wakil Ketua Chapter CFCD Jakarta Ibu Decy Widhiyanti, SE dan para staf dari BP TASKIN dan Sekretariat CFCD.

     

  • Penganugerahan ICA dan ISDA 2025

    Apresiasi Komitmen Dunia Usaha terhadap Pembangunan Berkelanjutan

    Jakarta, [17 Desember 2025] — Corporate Forum for Community Development (CFCD) kembali menyelenggarakan Penganugerahan Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai konsisten, inovatif, dan berkelanjutan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

    Penganugerahan ini diikuti oleh hampir 100 perusahaan dan 175 program dari berbagai sektor industri, antara lain energi, pertambangan, manufaktur, keuangan, infrastruktur, dan jasa. Seluruh peserta telah melalui proses penilaian yang ketat, independen, dan objektif oleh Komite Penilai yang terdiri dari akademisi, praktisi, serta pakar di bidang CSR dan pembangunan berkelanjutan.

    Secara kelembagaan, CFCD di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ir. Thendri Supriatno, MBA, dan Sekretaris Umum Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, terus mendorong penguatan tata kelola CSR dan SDGs yang strategis, terukur, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

    Ketua Umum CFCD, Ir. Thendri Supriatno, MBA, menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan bagian dari komitmen CFCD dalam mendorong transformasi peran dunia usaha agar tidak hanya berorientasi pada kinerja ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

    “Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award bukan sekadar ajang seremonial, melainkan upaya CFCD untuk mendorong dunia usaha menghadirkan program CSR yang terencana, berdampak, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional serta target SDGs,” ujar Thendri Supriatno.

    Sementara itu, Sekretaris Umum CFCD, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, menekankan pentingnya integrasi CSR dan program SDGs perusahaan dengan kebijakan perusahaan dan perencanaan pembangunan.

    “Program CSR dan SDGs yang efektif harus dirancang berbasis kebutuhan riil masyarakat, terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Melalui penganugerahan ini, CFCD mendorong praktik CSR yang akuntabel, terukur, dan berorientasi pada dampak jangka panjang,” ujar Hardinsyah.

    Ketua Komite Penilai Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award 2025, Dr. Suwandi, SH., MBA, menjelaskan bahwa proses evaluasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

    “Penilaian tidak hanya berfokus pada besaran anggaran program CSR dan SDGs, tetapi pada kualitas tata kelola, keberlanjutan program, inovasi, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Program CSR yang unggul adalah program yang terukur dan relevan dengan kebutuhan pembangunan,” jelas Suwandi.

    Project Director Penganugerahan Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award 2025, E. Kurniawan Padma, S.Si., MT, menambahkan bahwa meningkatnya jumlah peserta mencerminkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

    “Partisipasi perusahaan tahun ini menunjukkan bahwa CSR dan SDGs telah menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Kami berharap penganugerahan ini dapat menjadi referensi praktik terbaik CSR dan SDGs di Indonesia,” ungkap E. Kurniawan Padma.

    Dalam Penganugerahan Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award 2025, CFCD memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, meliputi Program CSR Unggulan, Inovasi Sosial dan Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pendidikan dan Kesehatan, Lingkungan dan Keberlanjutan, Integrasi CSR dengan SDGs, serta Tata Kelola dan Keberlanjutan Program.

    Melalui penganugerahan ini, CFCD berharap dapat terus mendorong praktik CSR dan SDGs yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.